Kangean Surganya Para Penguasa, Nerakanya Rakyat Jelata


“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman“ itulah sepenggal ungkapan ataupun kalimat yang sering kita dengar dari negara yang namanya Indonesia. Bukan tak beralasan karena dari saking melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki, baik itu yang berupa minyak, emas, tambang, timah, rempah-rempah dan lain sejenisnya. Jadi tak heran jika negara kita ini dijuluki surganya khatulistiwa. Namun mengapa dibalik melimpah ruahnya sumber daya alam ini berbanding terbalik dengan kesejahteraan para penghuninya (Penduduk).

Kangean adalah salah satu gugusan kepulauan yang terletak di penghujung timur Madura tepatnya masuk dalam daerah Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Mungkin namanya terdengar baru di telinga kita, karena memang lokasinya yang terpencil dan tidak adanya akses teknologi yang cukup memadai disana. 

Kangean merupakan salah satu pulau penghasil minyak dan gas terbesar di Indonesia, sebut saja beberapa tempat seperti Pagerungan, Sepanjang, Saobi dan beberapa tempat lainnya yang sekarang sudah memberikan dampak ataupun kontribusi yang sangat besar terhadap Negara. Di antaranya menyuplai beberapa perusahaan dalam negeri seperti PGN, PLN, PERTAMINA dan beberapa perusahaan swasta lainnya.

Namun bagamana dengan kondisi penduduknya ?? apakah sudah bisa dikatakan sejahtera ?? apakah sudah merasa diperlakukan adil ?? dan apakah sudah layak untuk disebut penduduknya surga khatulistiwa ?? itu hanyalah sepercik pertanyaan yang bisa disampaikan dibalik ribuan pertanyaan yang sudah terlalu berat walaupun hanya untuk sekedar di ungkapkan.

Bukankah Negara kita ini sudah merdeka sejak 73 tahun lamanya, Bukankah dengan adanya Pancasila bertujuan untuk memberdayakan semua masyarakatnya, alinea terakhir menjelaskan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, tapi mengapa sampai saat ini hak-hak mendasar sebagai warga Negara masih belum saja sepenuhnya terpenuhi. Bukankah pulau ini salah satu penghasil minyak dan gas terbesar di Indonesia tapi kenapa listrik hanya bisa menyala 10 jam lamanya, tapi mengapa akses transportasi masih belum merata disana, tapi mengapa segala fasilitas yang dikota berbanding terbalik dengan yang di desa, tapi mengapa para penguasa lebih sejahtera dibandingkan rakyat jelata, bukankah status kita ini sama-sama warga Negara.

Kangean itulah namanya, pulau terpencil yang mudah disentil, pulau yang kaya raya miliknya para penguasa. Mereka masih berada di Negara yang sama yaitu Indonesia, masih dengan bahasa persatuan yang sama yaitu Bahasa Indonesia, lantas mengapa mereka dianak tirikan layaknya mainan, yang dikala dibutuhkan baru diperhatikan.

Terima Kasih.
(a.r/red)


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kangean Surganya Para Penguasa, Nerakanya Rakyat Jelata"

Posting Komentar