Ketenangan hati
merupakan kunci awal dari kebahagiaan hidup. Kerap kali kita melihat banyaknya
perselisihan yang timbul hanya karena dari faktor lingkungan yang
kurang baik, misalnya di dalam rumah kita sendiri. Jadi jika di dalam rumah
ataupun lingkungan kita sudah tidak lagi nyaman, secara otomatis otak akan
mempengaruhi daya pikir kita, sehingga semuanya seakan terasa tidak enak,
mudah terbawa emosi, dan pastinya kita akan kehilangan kontrol dalam diri.
Bagaimana kita
bisa membawa pengaruh yang baik dan berpikir yang jernih, jika menenangkan
lingkungan dalam diri kita saja masih sulit. Itulah masalah yang acap kali
kita temui atau bahkan hampir setiap hari kita alami. Bisa kita ambil contoh kecil, kerap kali kita atau teman kita menjadi sasaran pelampiasan emosi dari atasan baik
itu dikantor, dosen dikampus, teman diorganisasi dan lain sebagainya, hanya
karena permasalahan yang mereka alami dirumah ataupun lingkungan mereka
sendiri. Ada saja yang salah dalam diri kita padahal kita tidak tahu salah apa
yang kita perbuat. Hal seperti ini wajar dan sering terjadi, jadi jangan heran
jika kita menemui masalah ataupun hal serupa dan kita harus bisa mengerti serta
memahami apa yang sedang terjadi terhadap mereka. Dan kitapun harus mampu mengupayakan
untuk tetap tenang dan tidak mudah terbawa pengaruhnya dan melakukan hal
antisipatif sebelumnya. Karena lingkungan pribadi menentukan pola pikir dari kita sendiri.
Pikiran dan
hati merupakan dua ranah yang berbeda namun tetap saling erat kaitan satu
sama lainnya. Kita bisa mendapat kesenangan yang berasal dari pikiran namun
belum tentu kita akan mendapatkan kebahagiaan yang berasal dari hati. Kita tidak
perlu mencari tempat yang bagus, rumah yang megah, mobil yang mewah untuk
sekedar membuat kita bahagia, karena itulah ciri pemenuhan kesenangan sesaat
semata bukanlah kebahagiaan yang sebenarnya.
Contoh kecil saja, kita bisa melihat
tukang becak, pedagang sayur, pedagang asongan mudah sekali untuk tersenyum,
ramah dalam bertutur kata, harmonis dalam berumah tangga karena memegang satu kunci
yaitu selalu bersyukur, sehingga hati mereka terasa nyaman dan tenang sehingga
akan berdampak pula pada lingkungan dalam diri mereka sendiri dan pastinya bisa
melahirkan pemikiran yang jernih, tenang dan bersih, tapi sebaliknya kita juga bisa
melihat para bos, menteri, pejabat yang selalu di hinggapi rasa gelisah, gundah,
jangankan untuk sekedar tertawa tersenyum saja susah. Karena apa ?? mereka tidak
bisa mensyukuri apa yang ada dalam diri mereka, ada saja yang kurang, sehingga
hati mereka pun menjadi tidak tenang dan jauh dari kata bahagia. Seperti pepatah
bijak mengatakan : “ Jika kita tidak bisa mensyukuri nikmat yang kecil, maka kita tidak
akan bisa mendapatkan nikmat yang banyak”.
Jadi kesimpulannya
untuk ini semua, perbaikilah lingkungan dalam diri kita, marilah kita bersyukur, kurangi mengeluh, dan
mulailah berfikir positif. Karena dibalik satu masalah terdapat beribu nikmat
yang berkah. Tolak ukur Kebahagiaan bukanlah berasal dari materi melainkan dari
cara kita berfikir dan memposisikan diri. Seberapa jauh kita bersyukur maka
akan semakin mendekat pula yang namanya kata “Bahagia”.
Jadi, Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini ?? Karena Kebahagiaan Akan Muncul Sesudahnya.
Terima kasih.
(a.r/red)


Belum ada tanggapan untuk "Lingkungan Menentukan Pola Pikir dan Kebahagiaan Hidup Kita"
Posting Komentar