Sekelumit Cerita dalam Liburan ke Bumi Sang Proklamator (Bung Karno) Blitar



Pagi yang cerah kala itu, mengawali langkah saya dan teman-teman untuk mengunjungi tempat lahirnya bumi sang prokamator (Bung Karno) di Blitar, kami sepakat untuk menuju kesana melalui jalur kereta api tepatnya Penataran Doho, sekedar informasi saja untuk harga tiketnya terbilang cukup murah cuma Rp 15.000 berangkat dari stasiun gubeng jam 8.25 dan perkiraan sampai di stasiun Blitar jam 14.15 sesampainya di Stasiun Blitar kami menyewa dokar (sapaan transportasi lokal) untuk menuju ke makam Bung karno harganya cuma Rp 40.000 untuk 5 orang, cukup murah bukan !! dengan harga segitu kami sudah sampai ke Makam Bung Karno dan merasakan sensasi kendaraan yang ramah polusi yaitu menggunakan Kuda .. !! :D

Masih teringat di benakku akan wasiat Bung Karno yang kudapat disalah satu buku yang di terbitkan oleh salah satu yayasan, beliau berkata “ Jika aku mati nanti, aku ingin di makam kan di bawah batu besar di sampingnya terdapat pepohonan yang rindang dan di batu nisanku cukup tuliskan namaku tanpa ada gelar presiden RI, Bapak Proklamator Indonesia dan lain sebagainya “. Sama persis yang aku lihat ketika sampai di makamnya tersebut, tidak ada aksesori atau bangunan yang terlalu mencolok satupun, hanya terlihat batu besar dan di depannya terdapat kuburan beliau yang tingginya hampir sama rata dengan pondasi lantai di sebuah Pendopo. Sungguh Luar Biasaa !!

Begitu sederhananya beliau dibalik pemikirannya yang sangat visioner membuatku berdecak kagum dan sekaligus bangga akan negeri kita Indonesia punya pahlawan kemerderkaan dengan berbagai gagasan dan keberaniannya yang sanggup menggugah dan mengundang decak kagum dunia.

Kompleks Makam Bung Karno dilengkapi dengan Museum, Perpustakaan dan Monumen yang ditempatkan didalam sebuah bangunan yang besar. Di museumnya terdapat berbagai peninggalan seperti keris, baju, topi dan foto-foto perjuangan beliau tempoe dulu. Lumayanlah sekedar untuk foto-foto disana .. Hehehe !!

Setelah puas keliling kompleks makam bung karno, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan menuju candi panataran, jaraknya juga terbilang tidak cukup jauh hanya sekitar 25 menit dari stasiun dengan membayar Rp 10.000,- per orang bisa kita tempuh dengan menggunakan angkot (angkutan kota) yang biasanya mangkal di depan pasar legi sebelah barat alun-alun kota Blitar.

Candi penataran merupakan candi peninggalan zaman dahulu kala, tempatnya masih bagus dan juga alami yang di kelilingi berbagai pepohonan, tak heran menarik banyak minat pengunjung ke sana. Blitar juga merupakan kota yang identik dengan warna merah dan putih karena melambangkan tempat lahirnya pejuang kemerdekaan Negara Indonesia, sekaligus bapak proklamator Indonesia yaitu Bung Karno. Arsitektur seperti itu bisa kita temukan di berbagai bangunan-bangunan yang ada di tengah kota, yang semuanya di cat warna merah dan putih baik itu kantor walikota, kantor DPRD, kantor PLN, Bank-Bank dan berbagai kantor-kantor milik pemkot disana.

Sang surya terlihat mulai meredup dan jarum jam menunjukkan pukul 16.00, kami bergegas menuju stasiun dan memutuskan untuk segera kembali lagi ke Surabaya karena tepat keesokannya kantor saya sudah masuk dan kampus teman-teman yang lain juga sudah aktif, kami berangkat dengan menggunakan Kereta yang sama yaitu Penataran dengan perkiraan sampai kesana jam 11.30 di Stasiun Gubeng. 

Tapi masalah yang baru muncul, tiket yang kami pesan di loket ternyata sudah habis, dan disarankan untuk membeli tiket tapi berdiri selama dalam perjalanan. Ah sudahlah .. tanpa pikir panjang kami memutuskan untuk segera membelinya dengan resiko berdiri selama 6,5 jam. Luar biasa bukan .. !! tapi kami tidak pernah menyesal karena sudah  sebanding dengan kesenangan dan perasaan yang kami dapatkan disana, tak lupa juga kami abadikan momen-momen kebersamaan kami selama berada di Bumi Proklamator ini.


See you in next moment, Blitar Luar Biasaa … !!!

Terima kasih.
(ar/red)


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sekelumit Cerita dalam Liburan ke Bumi Sang Proklamator (Bung Karno) Blitar"

Posting Komentar