“ Hiduplah di dunia ini seakan-akan engkau
orang asing atau hanya sekedar lewat”
(HR.
Bukhari)
Hidup ini memang terasa singkat bagi kita yang mengejar akhirat dan
terlalu lama bagi mereka yang mengejar dunia. Kita sering kali melihat orang
yang terlalu fanatik akan dunia namun pada akhir hayatnya apa, malah menderita
dan dijauhi dari rasa ketenangan dan kebahagiaan. Dunia yang dulunya dipuja
sekarang malah menyiksa, akhirat yang dulunya dianggap fana sekarang semakin
terlihat nyata.
Itulah gambarang kecil akan keserakahan manusia. Padahal tujuan manusia
ke bumi tidak lain hanyalah untuk menjadi khalifah serta menjaga kedamaian
dibumi ini. Seperti untaian kata dari Imam Bukhari diatas, beliau menganjurkan
kita untuk tidak terlalu rakus akan dunia, anggap saja kita hanya sekedar
lewat. Ambillah apa pun yang kita butuhkan di dunia tapi jangan sampai berlebihan
karena kita masih berada di jalan menuju tujuan akhir yang sesungguhnya. Kita jangan
sampai terlena akan berbagai godaan ditengah jalan yang akan membuat kita lupa
akan tujuan yang sebenarnya, jangan sampai kita baru menyesal ketika semuanya sudah
terlambat.
Hiduplah sederhana
mungkin, salinglah berbagi kepada tetangga, kerabat atau sanak famili. Jalin silaturahmi
untuk mempererat rasa persaudaraan, saling mengingatkan dalam kebaikan dan
saling berlomba menuju ketaqwaan. Karena pada akhirnya kita akan menikmati
jerih payah yang kita lakukan selama di dunia dengan balasan surga di akhirat.
Kita harus sadar
bahwa setan akan selalu membujuk kita untuk terus melanggar dan tidak mengikuti
akan perintah Allah Swt. dalam berbuat kebaikan. Karena setan telah bersumpah
akan terus menggoda manusia untuk berbuat kejahatan, maksiat dan saling
berselisih satu sama lain.
Maka dari itu
kita kuatkan prinsip hidup kita di dunia ini, yaitu hanya sekedar lewat dan
berbuat kebaikan selama berada dijalan dunia menuju tujuan akhir yang
sesungguhnya (akhirat).
Terima kasih
(a.r/red)


Belum ada tanggapan untuk "Bersinggahlah di Dunia dan ambillah keperluan secukupnya (Akhirat)"
Posting Komentar